KENWULUNG.COM adalah media yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengusung tema-tema keislaman dan keindonesiaan.

Terbaru

Rabu, 27 Oktober 2021

Penanaman Karakter Cinta Rasul Sejak Usia Dini

 
Anita Qurroti A’yuni, Lc., M.Pd.

(Pemerhati Kajian Pendidikan, Perempuan dan Anak)

Sepatutnya para orang tua bersedih, saat mendapati anak-anak mereka lebih fasih bercerita tentang tokoh-tokoh fiksi khayalan. Akan tetapi, saat anak-anak diminta menceritakan siapa Baginda Nabi Muhammad SAW, mereka gagap. Mencetak anak dengan karakter cinta Rasul adalah harapan bagi setiap orang tua muslim. Agar karakter cinta Rasul terinternalisasi dalam diri anak, tidaklah mudah. Butuh sinergi antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Perlu kerja sama orang sekampung. “It take a village to rising children,” kata Hillary Clinton.

Karakter adalah perilaku yang diulang-ulang. Cinta Rasul adalah prioritas kedua setelah cinta kepada Allah SWT. Karena Allah adalah sumber segala cinta dan muara dari seluruh cinta. Seseorang yang memiliki karakter cinta Rasul berarti menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam setiap perilakunya sehari-hari. Rasulullah dijadikan sebagai idola dalam setiap tarikan nafasnya. Sifat-sifat Rasulullah yang mulia, ditiru. Ucapan dan amalan-amalan sholeh yang Rasulullah kerjakan dalam kehidupan sehari-hari, dijadikan rujukan sejak bangun tidur hingga menjelang tidur di malam hari.

Rasulullah SAW dalam riwayat At-Thabrani, Ibnu Najjar dan Ad-Dailami bersabda:

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أدبوا أولادكم على ثلاث خصال: حب نبيكم، وحب أهل بيته، وقراءة القرآن، فإن حملة القرآن في ظل الله يوم لا ظل إلا ظله مع أنبيائه وأصفيائه

Dari Ali R.A. ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam perkara, yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya serta membaca Al-Qur’an, karena sesungguhnya orang yang menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di bawah lindungan Allah, di waktu tidak ada lindungan selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan kekasih-Nya.” (H.R Ad-Dailami).

Cinta memerlukan bukti. Lalu, apa saja tanda bahwa ada karakter cinta Rasul pada diri kita? Setidaknya ada delapan indikator bahwa seseorang itu mencintai Rasulullah Muhammad SAW. Di antaranya ialah, mengetahui kisah perjalanan hidup Rasulullah, mengikuti akhlak Nabi Muhammad SAW, menaati perintah Rasul, bershalawat untuk Rasulullah SAW, rindu berjumpa dengan Rasul, melanjutkan dakwah Rasul, memuliakan Rasul, serta cinta dengan apa yang beliau cintai.

Satu di antara faktor penentu keberhasilan mencetak anak yang berkarakter cinta Rasul yaitu dengan memaksimalkan the golden age. Yaitu masa emas dalam periodesasi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Berbagai penelitian mengungkapan bahwa masa emas terjadi sejak seorang manusia berada dalam rahim ibu hingga beberapa tahun pertama kelahirannya. Masa ini populer dengan sebutan usia dini.

Usia dini adalah masa yang penting dan efektif untuk menuju sumber daya manusia berkualitas yang berkarakter cinta Rasul. Dr. Warni Djuwita, pakar pendidikan anak usia dini mengatakan 80% pembentukan karakter optimal di usia 0-8 tahun. Keberhasilan dan kegagalan pengembangan spiritual, emosional dan intelektual seorang anak sering terletak pada tingkat kemampuan dan kesadaran orang tua dalam memanfaatkan peluang di masa ini. Oleh karena itu, sejak anak-anak berada di usia dini, para orang tua harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menanamkan karakter cinta Rasul pada anak-anaknya. Siapa yang membiasakan diri di masa muda dengan sesuatu, niscaya akan terbiasa dengannya hingga tua.

Ada tiga tahapan yang perlu orang tua usahakan untuk bisa menanamkan karakter cinta Rasul kepada anak-anaknya. Di antaranya:

·          Tahap Transformasi

Pada tahap ini, orang tua mengenalkan kepada anak-anaknya tentang siapa Rasulullah Muhammad SAW. Bagaimana sejarah hidupnya. Seperti apa sifat-sifat yang dimilikinya. Apa saja keistimewaannya. Saat ini ada banyak cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengenalkan sosok Baginda Rasulullah SAW kepada anak-anaknya. Mulai dari membacakan buku cerita, kisah sebelum tidur, menonton film-film kartun di media online yang menceritakan tentang Rasulullah SAW, dan lain sebagainya. Salah satu yang efektif yaitu dengan mengiringi anak-anak tidur dengan melantunkan shalawat Nabi yang berisi tentang kisah perjalanan hidup Rasulullah Muhammad SAW. 

·          Tahap Transaksi

Pada tahap ini, orang tua mulai mencontohkan karakter cinta Rasul kepada anak-anaknya. Ayah dan Bunda menunjukkan kepada anak bagaimana mencintai Rasulullah. Di antaranya yaitu berakhlak mulia terhadap anak-anak. Misalnya, saat anak-anak berperilaku yang membuat naik darah, orang tua berusaha menahan amarahnya. Orang tua bersikap lemah lembut penuh kasih sayang saat memberikan nasehat kepada anak-anak. Memberikan teladan di hadapan anak-anak terkait akhlak Rasulullah adalah usaha terbaik untuk menanamkan karakter cinta Rasul.

·          Tahap Transinternalisasi

Pada tahap ini, orang tua mulai mengajak anak-anak untuk mengamalkan amalan-amalan Sunnah yang mudah dilakukan oleh anak-anak yang Rasulullah ajarkan. Misalnya dengan mulai membiasakan anak-anak membaca basmalah sebelum melakukan sesuatu dan membaca hamdalah setelah melakukan sesuatu, membiasakan anak-anak mengucapkan salam, dan amalan-amalan sunnah lainnya yang mudah dilakukan oleh anak-anak.

Amalan-amalan sunnah yang mudah dan sederhana namun besar hikmahnya ini, jika dimulai sedari kecil maka akan terbiasa mereka lakukan hingga dewasa dan tua. Secara perlahan, kita telah membentuk karakter cinta Rasul ke dalam diri anak-anak kita. Semoga Allah memudahkan usaha kita dalam membentuk generasi yang cinta terhadap Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman