Fahrurrozi Zawawi Hamim
Kita sering menyaksikan orang yang
selesai shalat fardhu (wajib), lalu ia bergeser sedikit ketika hendak
melaksanakan shalat sunnah. Mengapa demikian? Para ulama menjelaskan, bahwa hal
itu dianjurkan untuk memperbanyak tempat sujud. Semakin banyak tempat kita
bersujud, semakin banyak pula saksi yang kelak akan berbicara di hadapan Allah.
Allah SWT. berfirman
dalam Surat Az-Zalzalah Ayat 4:
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
“Pada hari itu bumi
menceritakan beritanya.”
Bumi yang kita pijak ini tidak diam. Ia
menyimpan jejak amal kita dan kelak akan menjadi saksi. Tempat kita bersujud
akan bersaksi bahwa di atasnya pernah ada dahi yang tunduk kepada Allah. Tempat
kita melangkah menuju kebaikan akan bersaksi bahwa di atasnya pernah ada
langkah yang mengarah kepada amal saleh. Tidak ada satu pun perbuatan yang
hilang begitu saja, semuanya tertanam dan menunggu saat untuk ditampakkan.
Dan bukan hanya tempat shalat yang akan
menjadi saksi. Setiap jengkal bumi yang kita sentuh dengan amal kebaikan juga
akan berbicara di hadapan Allah. Ketika ada seseorang yang mengirimkan hartanya
untuk pembangunan tempat belajar anak-anak madrasah, maka tanah tempat madrasah
itu berdiri akan bersaksi atas kebaikannya.
Ketika ada yang mengirimkan konsumsi
untuk para guru, maka ruang-ruang belajar, lantai yang dipijak dan bangunan
madrasah itu sendiri akan menjadi saksi atas kebaikannya. Ketika ada yang
membantu membayar SPP anak-anak agar tetap dapat bersekolah, maka
keberlangsungan pendidikan mereka akan menjadi saksi yang tidak terputus.
Ketika ada yang memberikan insentif kepada para guru dan ustadz yang
mengajarkan Al-Qur’an, maka setiap huruf yang diajarkan dan setiap ilmu yang
ditanamkan akan menjadi saksi atas kebaikan tersebut.
Ketika ada yang membantu
membukakan jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat
melanjutkan pendidikan hingga ke bangku perguruan tinggi, maka langkah-langkah
mereka menuju kampus, ruang-ruang kelas tempat mereka belajar serta setiap lembar
ilmu yang mereka pelajari akan menjadi saksi atas kebaikan itu. Jalan yang
dibuka tersebut bukan sekadar akses pendidikan, melainkan jalan kehidupan yang
mengubah masa depan, dan semua itu akan tercatat sebagai amal jariyah yang
terus mengalir tanpa terputus.
Ketika ada yang membantu pembangunan
klinik, maka setiap jengkal tanah di sana akan menjadi saksi bahwa pernah ada
kepedulian yang dihadirkan untuk menolong sesama. Ketika ada yang memberikan
sembako kepada kaum yang kurang mampu, maka kebahagiaan yang mereka rasakan dan
kehidupan yang terbantu akan menjadi saksi.
Ketika ada yang ikut berkontribusi
dalam pembangunan masjid, maka setiap ibadah yang dilakukan di dalamnya akan
menjadi saksi yang terus mengalir. Semua itu tidak akan pernah sia-sia, setiap
amal tertanam, tercatat dan akan dihadirkan kembali sebagai kesaksian yang
menguatkan di hadapan Allah.
Lebih dari itu, setiap butir nasi yang
dimakan oleh para guru, setiap huruf Al-Qur’an yang diajarkan dan setiap ilmu
yang dipahami oleh anak-anak karena adanya bantuan tersebut merupakan rangkaian
kebaikan yang terus hidup. Amal itu tidak berhenti pada saat diberikan, tetapi
terus berkembang seiring dengan manfaat yang dirasakan oleh orang lain.
Bahkan ketika ada yang mengirimkan
bantuan untuk pembangunan ruang guru di tempat terpencil dan terjauh seperti di
Pulau Salura, maka Bumi Salura akan menjadi saksi yang setia. Ia akan
mengabarkan bahwa di tempat yang jauh dan terbatas itu pernah hadir
tangan-tangan kebaikan yang peduli terhadap pendidikan, yang menguatkan para
guru dan yang membuka jalan masa depan bagi anak-anak. Kesaksian bumi itu kelak
akan menjadi bukti bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang hilang di sisi Allah.
Amal itu mungkin terlihat kecil, tetapi
jejaknya tertanam di bumi dan kesaksiannya akan dibuka di akhirat. Karena itu
selama kita masih diberi kehidupan, diberi kesehatan dan diberi kelapangan
rezeki, maka jangan tunda untuk berbuat kebaikan. Bersegeralah dalam sedekah,
berlombalah dalam infaq dan ambillah bagian dalam setiap amal kebaikan sekecil
apa pun itu. Jangan sampai suatu saat kita menyesal, bukan karena kita tidak
mampu, tetapi karena kita melewatkan kesempatan ketika kita sebenarnya mampu.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk
orang-orang yang dimudahkan untuk berbuat kebaikan dan menjadikan setiap jejak
langkah kita sebagai saksi yang membela kita di hadapan-Nya kelak.

