KENWULUNG.COM adalah media yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengusung tema-tema keislaman dan keindonesiaan.

Terbaru

Sabtu, 25 April 2026

Menanam Kebaikan agar Bumi Bersaksi

 


Fahrurrozi Zawawi Hamim

 

Kita sering menyaksikan orang yang selesai shalat fardhu (wajib), lalu ia bergeser sedikit ketika hendak melaksanakan shalat sunnah. Mengapa demikian? Para ulama menjelaskan, bahwa hal itu dianjurkan untuk memperbanyak tempat sujud. Semakin banyak tempat kita bersujud, semakin banyak pula saksi yang kelak akan berbicara di hadapan Allah.


Allah SWT. berfirman dalam Surat Az-Zalzalah Ayat 4:

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.”


Bumi yang kita pijak ini tidak diam. Ia menyimpan jejak amal kita dan kelak akan menjadi saksi. Tempat kita bersujud akan bersaksi bahwa di atasnya pernah ada dahi yang tunduk kepada Allah. Tempat kita melangkah menuju kebaikan akan bersaksi bahwa di atasnya pernah ada langkah yang mengarah kepada amal saleh. Tidak ada satu pun perbuatan yang hilang begitu saja, semuanya tertanam dan menunggu saat untuk ditampakkan.


Dan bukan hanya tempat shalat yang akan menjadi saksi. Setiap jengkal bumi yang kita sentuh dengan amal kebaikan juga akan berbicara di hadapan Allah. Ketika ada seseorang yang mengirimkan hartanya untuk pembangunan tempat belajar anak-anak madrasah, maka tanah tempat madrasah itu berdiri akan bersaksi atas kebaikannya.


Ketika ada yang mengirimkan konsumsi untuk para guru, maka ruang-ruang belajar, lantai yang dipijak dan bangunan madrasah itu sendiri akan menjadi saksi atas kebaikannya. Ketika ada yang membantu membayar SPP anak-anak agar tetap dapat bersekolah, maka keberlangsungan pendidikan mereka akan menjadi saksi yang tidak terputus. Ketika ada yang memberikan insentif kepada para guru dan ustadz yang mengajarkan Al-Qur’an, maka setiap huruf yang diajarkan dan setiap ilmu yang ditanamkan akan menjadi saksi atas kebaikan tersebut.


Ketika ada yang membantu membukakan jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan hingga ke bangku perguruan tinggi, maka langkah-langkah mereka menuju kampus, ruang-ruang kelas tempat mereka belajar serta setiap lembar ilmu yang mereka pelajari akan menjadi saksi atas kebaikan itu. Jalan yang dibuka tersebut bukan sekadar akses pendidikan, melainkan jalan kehidupan yang mengubah masa depan, dan semua itu akan tercatat sebagai amal jariyah yang terus mengalir tanpa terputus.


Ketika ada yang membantu pembangunan klinik, maka setiap jengkal tanah di sana akan menjadi saksi bahwa pernah ada kepedulian yang dihadirkan untuk menolong sesama. Ketika ada yang memberikan sembako kepada kaum yang kurang mampu, maka kebahagiaan yang mereka rasakan dan kehidupan yang terbantu akan menjadi saksi.



Ketika ada yang ikut berkontribusi dalam pembangunan masjid, maka setiap ibadah yang dilakukan di dalamnya akan menjadi saksi yang terus mengalir. Semua itu tidak akan pernah sia-sia, setiap amal tertanam, tercatat dan akan dihadirkan kembali sebagai kesaksian yang menguatkan di hadapan Allah.


Lebih dari itu, setiap butir nasi yang dimakan oleh para guru, setiap huruf Al-Qur’an yang diajarkan dan setiap ilmu yang dipahami oleh anak-anak karena adanya bantuan tersebut merupakan rangkaian kebaikan yang terus hidup. Amal itu tidak berhenti pada saat diberikan, tetapi terus berkembang seiring dengan manfaat yang dirasakan oleh orang lain.


Bahkan ketika ada yang mengirimkan bantuan untuk pembangunan ruang guru di tempat terpencil dan terjauh seperti di Pulau Salura, maka Bumi Salura akan menjadi saksi yang setia. Ia akan mengabarkan bahwa di tempat yang jauh dan terbatas itu pernah hadir tangan-tangan kebaikan yang peduli terhadap pendidikan, yang menguatkan para guru dan yang membuka jalan masa depan bagi anak-anak. Kesaksian bumi itu kelak akan menjadi bukti bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang hilang di sisi Allah.


Amal itu mungkin terlihat kecil, tetapi jejaknya tertanam di bumi dan kesaksiannya akan dibuka di akhirat. Karena itu selama kita masih diberi kehidupan, diberi kesehatan dan diberi kelapangan rezeki, maka jangan tunda untuk berbuat kebaikan. Bersegeralah dalam sedekah, berlombalah dalam infaq dan ambillah bagian dalam setiap amal kebaikan sekecil apa pun itu. Jangan sampai suatu saat kita menyesal, bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena kita melewatkan kesempatan ketika kita sebenarnya mampu.


Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dimudahkan untuk berbuat kebaikan dan menjadikan setiap jejak langkah kita sebagai saksi yang membela kita di hadapan-Nya kelak.

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman