KENWULUNG.COM adalah media yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengusung tema-tema keislaman dan keindonesiaan.

Terbaru

Jumat, 31 Juli 2020

Khouf dan Roja' (Idul Adlha)

Khouf dan Roja' (Idul Adlha)[1]

Drs. KH. Ah. Adib Al Arif, M.Ag.[2]

Suasana Shalat Idul Adlha di Masjid Darussalam Desa Pekalongan

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اللهُ أَكْبَرُ (3×) اللهُ أَكْبَرُ (3×) اللهُ أكبَرُ (3×)
اللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَأبْدَر- اللهُ أَكْبَرُ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَأَفْطَر
اللهُ أَكْبَرُ كُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَأَمْطَر وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَأَزْهَر
اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ,

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ, وَاللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَر,ُ وَ للهِ اْلحَمْدُ.

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ. أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ 

Hadirin jamaah Shalat Idul Adlha yang dimuliakan Allah

Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan senantiasa meneliti dan introspeksi terhadap segala tindak tanduk kita apakah sudah sesuai dengan ajaran Allah SWT ataukah belum.

Lalu bagaimana seharusnya sikap terhadap Gusti Allah SWT?

Di antaranya adalah yang dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS dan Nabiyullah Ismail AS.

QS. As Shaaffat:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Ada sifat yang diujikan Allah SAW kepada kedua nabi tersebut, bagaimana kesabaran mereka dalam menghadapi cobaan sekaligus keteguhan hati mereka dalam menjalankan perintah berat dari Allah SAW.

Ternyata kunci kesabaran beliau berdua adalah adanya rasa takut bermaksiat dan berharap dapat ridlo dari Allah SAW. Sikap takut itu disebut dengan khauf dan berpengharapan penuh kepada Allah SWT itu disebut dengan raja’. Ini sesuai dengan QS Al A’raf ayat 56:

وَلَا تُفْسِدُواْ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (Tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Dalam kitab tafsir Al-Wasith karya Syaikh Tanthowi dijelaskan bahwa takut adalah rasa susah dalam hati lantaran mewaspadai suatu hal yang tidak diingini di masa mendatang. Berharap adalah kesenangan hati lantaran menunggu hal yang diingini di masa mendatang. Rasa takut dan harapan merupakan obat bagi hati dari penyakit merasa aman dari azab Allah dan putus asa akan rahmat-Nya.

Bila dalam hati telah merasa takut betapa dahsyatnya hukuman Allah maka ia akan khawatir dan susah. Berharap ia bisa merasakan rahmat, kasih sayang dan ampunan-Nya ia akan tenang disertai kesadarannya akan kedahsyatan hukuman-Nya.

Jadi, rasa takut dan berharap bagaikan dua sayap bagi seekor burung. Harapan akan membimbing kepada segala kebaikan sedangkan rasa takut menjadi cemeti dalam menghalangi setiap keburukan. Kedua hal ini merupakan kedudukan dan keadaan bagi orang yang berjalan di jalan Allah.

Tanda-tanda berharap adalah kesungguhan dalam bermujahadah dengan amal sholeh dan istiqamah dalam kebaikan. Di antara tanda keteguhannya ialah merasa nikmat akan kelanggengan taat kepada Allah dan menikmati bermunajat kepada-Nya.

Ciri sifat takut adalah meninggalkan kemaksiatan dan hawa nafsu, atau merasa kurang nyaman dengan segala kenikmatan duniawi, mengekang anggota badan dari kemaksiatan dan mendorongnya dalam ketaatan.

Hasil rasa takut (khauf) dan pengharapan (raja’) ini di antaranya disebut di akhir ayat tersebut:

إن رحمة الله قريب من المحسنين

“Sesungguhnya rahmat Allah dekat dari muhsinin”. Yaitu orang-orang yang mengikuti perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.

Ternyata itulah yang dilakukan oleh Nabiyullah Ibrahim dan Nabiyullah Ismail AS. Sehingga beliau berdua pun masuk ke dalam golongan orang-orang berbuat kebaikan (muhsinin).

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ.  وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: Hai Ibrahim. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah SAW dan wajib melaksanakannya. Karena mimpi seorang Nabi adalah wahyu.

Orang-orang berbuat kebaikan (muhisinin) inilah di Akhirat kelak ia akan meraih ridha Allah yang mengantarkan ke Surga Adn. Allah berfirman dalam QS. Al Bayyinah: 8

رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Balasan itu (Surga Adn) adalah bagi orang yang takut terhadap Tuhan-Nya".

Nah. Jamaah Shalat Idul Adlha yang dirahmati Allah,

Saat ini kita berada di dalam situasi mencekam di bawah ancaman bencana pandemi covid-19. Lalu apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi ini semua?

Tak lain adalah:

1.     tetap bersabar dengan selalu mengikuti protokol kesehatan (rajin menjaga kebersihan, memakai masker dan menjaga jarak).

2.     Efek pandemi di bidang ekonomi harus mempertebal rasa takut (khouf), jangan sampai ada kesalahan mencari rizki (maksiat ekonomi).

3.     serta selalu berharap (raja’) akan datangnya pertolongan dari Allah SWT.

Semoga kita semua tetap di jalan Allah, senantiasa mendapat anugerah-Nya serta kembali kepadaNya.

Semoga Allah melindungi keimanan kita, melindungi amalan-amalan kita dari ketergelinciran yang tidak kita sadari. Amin. Amin Ya Rabbal Alamin.

وإذا قرئ القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم {إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (15) تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (16)} [السجدة: 15، 16]

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم. ونفعني وإياكم بتلاوته إنه هو السميع العليم.

 



[1] Khotbah Idul Adlha disampaikan di Masjid Darussalam Desa Pekalongan Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Jumat, 31 Juli 2020.

[2] Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati.

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman