Karya Arifin Pawang
Saat
pikiran frustasi tak mampu menahan bias
Terlintas
kawan kecil bermain tanah liat
Belajar
menulis sajak dan membaca puisi
Terngiang
dawuh guruku mengaji
Teringat
sawah hijau yang menguning
Asyik
dulu mengejar ikan ikan kecil di kali yang kecil
Indah
dulu berlari berlomba menabuh kenthongan langgar
Bahagia
dulu tidur mindang di serambi Masjid Darussalam
Kini,
Setelah
pergi tak kunjung pulang
Menjadi
kenangan saat saat penting yang kini tak terpenting
Setelah
sekian lama tak datang
Ingatan
yang tak penting itu menjadi penting
Kesibukan
ramadhan fil masjid
Irmadaku
mengajariku asmara dan ilmu
Teater
Kalam Kencana Darussalam
mengajariku perbedaan
Keroncong
Kalam Nada mengajariku pertikaian nada
Permainan
drama lugu klenting kuning mengajariku kekritisan
Sepak
bola Putra Kencana memahamkanku olah raga persatuan
Masjid
desaku mengenalkanku kesantuan dan kesalehan
Apa
kabar Pak Adib Al Arif
Apa
kabar Pak Toha
Apa
kabar Kang Ali Arwan
Apa
kabar Pak Dhofir
Apa
kabar Kang Nur Huda
Usiamu
mewariskan derita rindu bagiku
Jalan
jalan aspal yang dulu berlobang masih indah aku ingat dari tempatku kini
memandang
Aku
rindu masa masa bersepeda dengan sarung pada malam minggu
Kampungku,
Tiba
tiba rinduku menggenang
12
Maret 2015
