![]() |
| Suasana jelang shalat Jumat di masjid Jami' Darussalam |
WULUNG.id – Yang bertindak
sebagai khotib pada shalat Jumat di Masjid Jami’ Darussalam Desa Pekalongan
Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Jumat (5/6/2020) adalah H. Abdul Kafi, M.Ag.
Dalam khotbahnya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pucakwangi itu menguraikan
keutamaan ibadah tengah malam. Antara lain dengan bersujud, bertasbih,
beristighfar dan membaca Al-Quran.
Khotib mengutip Surat Al-Insan
Ayat 26, yang artinya, “Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan
bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari”.
Selain mengajak untuk bersujud
dan bertasbih di waktu tengah malam, khotib mengajak jamaah shalat Jumat untuk
beristighfar atau memohon ampunan kepada Allah.
“Allah berfirman dalam Surat
Adz-Dzariyat Ayat 17-18, yang artinya, ‘Di dunia mereka sedikit sekali tidur di
waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar,”
ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren
Tahfidz Al-Kahfi itu juga berpesan agar mengisi waktu tengah malam dengan
membaca Al-Quran.
Menurutnya, ibadah shalat
(bersujud), bertasbih, beristighfar dan membaca Al-Quran, serta membaca kalimat
thoyyibah atau doa wirid merupakan amalan rutin yang dikerjakan oleh para nabi
dan rasul, juga para ulama, yang menjadi ciri bagi orang-orang shaleh yang diterangkan
dalam Al-Quran.
“Disebutkan dalam surat Al-Muzzammil
Ayat 20, yang artinya, ‘Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad)
berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya
dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu,” kata khotib.
Pada hari kiamat kelak,
sambungnya, orang-orang yang ahli sujud wajahnya memancarkan nur atau cahaya
yang cemerlang, wajahnya bercahaya terang benderang atau bersinar putih cemerlang,
sebagai tanda khusus di wajahnya karena bekas sujud.
Ditambahkannya, bahwa Rasulullah
dan para shahabat serta para ulama menghabiskan waktu tengah malam dengan qiyamullail
(bangun malam), tujuannya tidak lain adalah untuk mengharapkan ridho dari Allah
semata.
“Dan mengapa sujud di waktu malam ini penting, karena posisi seorang hamba yang paling dekat kepada Allah itu adalah pas posisi kita dalam keadaan sujud,” tutur mantan Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Pelajar Desa Pekalongan (FKMPP) itu. (samyad)
