KENWULUNG.COM adalah media yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengusung tema-tema keislaman dan keindonesiaan.

Terbaru

Jumat, 05 Juni 2020

Pentingnya Belajar Kitab Kuning

Oleh Amirul Arifin


Kitab Kuning merupakan karya ilmiah yang diwariskan turun-temurun sebagai referensi standar kalangan pesantren di Indonesia, khususnya bagi Kaum Ahlussunnah Wal Jamaah Bithoriqotin Nahdlatil Ulama. Karena kuatnya tradisi menjaga sanad keilmuan di kalangan pesantren inilah, maka pesantren nampak sangat memegang teguh sumber keilmuannya dari kitab kuning. Demikian juga akhir-akhir ini masyarakat muslim Indonesia mulai menyadari pentingnya sumber tepercaya disiplin ilmu keagamaan sebagai dasar landasan amaliah ubudiahnya, sehingga kalangan masyarakat umumpun mulai tergerak untuk berusaha mendasarkan praktik keagamaannya terhadap kitab kuning. Indikator tersebut dapat dilihat dari berbagai majlis ta’lim yang mengundang beberapa kiai dan ustadz yang disiplin ilmunya bersumber dari kitab kuning.

Kajian kitab kuning ini bagi sedikit kalangan tertentu memang tidaklah menjadi satu-satunya syarat untuk mencari dan mengembangkan ilmu, akan tetapi mayoritas jamaah yang semakin sadar akan pentingnya orisinalitas keilmuan dan tentu sanad ilmu yang kuat membuat semangat masyarakat terus belajar dan mempelajari kitab kuning.

Keilmuan yang ditawarkan oleh kitab kuning yang mempunyai kosentrasi fan ilmu mulai dari tauhid, aqidah, fiqh, tasawuf, qiroah, tarikh dan bahasa arab menjadi solusi dari masa ke masa terhadap kebutuhan praktik keagamaan masyarakat kita. Dinamisasi terjadi tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat pedesaan saja bahkan sekarang sudah mulai merambah kalangan perkotaan. Pesantren sebagai lembaga yang berpegang teguh dengan kajian kitab kuning yang dulu dikenal hanya tumbuh subur di masyarakat pedesaan, saat sekarang sudah mulai pula diikuti di kota-kota besar, bahkan kalangan lembaga pendidikan modern seperti perguruan tinggi yang berbasis agama Islam juga sudah mengajarkan dan mengembangkan kajian kitab kuning ini sejak awal berdirinya kampus-kampus agama Islam.

Bahkan kebutuhan keilmuan keagamaan berbasis kitab kuning yang semula hanya dikenal di kelompok Nahdlatul Ulama melalui pesantrennya, akhir-akhir ini juga sudah menyadarkan beberapa kelompok ormas Islam lain di Indonesia. Saya pikir tidak terlalu berlebihan, karena kesadaran tersebut timbul atas kebutuhan bersama menjawab tantangan bersama tentang globalisasi, isu radikalisasi membutuhkan solusi dari aspek ideologi sampai dengan aspek teknis fiqhiyyah. Bahwa di kemudian hari ditemukan perbedaan pendapat terutama secara fiqh itu tentu sebuah keniscayaan, namun seiring dengan kesadaran kebutuhan bersama maka perbedaan tersebut menyadarkan bahwa tidak semua harus disamakan, dan tidak semua harus dibedakan.

Dikutib dari Republika.co.id, Sabtu (9/5) Sekretaris Umum PP Madani, Syarifuddin mengatakan, PP Madani merasa resah atas perkembangan kehidupan keagamaan akhir-akhir ini. Pasalnya, saat ini mulai terjadi pendangkalan agama seperti yang terlihat dalam perdebatan di media sosial dan berbagai seremonial keagamaan, yang ujungnya kerap kepada saling mengkafirkan.

"Karena itu, cara yang paling efektif dan jitu dalam melawan radikalisme dan pemahaman keagamaan yang dangkal ini adalah membuka kemampuan pemahaman keagamaan umat dengan melatih kemampuan bahasa Arab," ujar Syarifuddin kepada Republika.co.id, Sabtu (9/5).

Syarifuddin menambahkan, pemahamam keagamaan yang dangkal itu terjadi karena pemahaman keagamaan yang instan dan salah memilih guru, yaitu guru yang tidak punya silsilah keilmuan yang bersambung dengan para ulama. "Bahkan yang lebih ngawur lagi belajarnya hanya ke Kiai Google," ucapnya mengibaratkan.

Namun, menurut dia, dengan melatih kemampuan bahasa Arab akan menuju pintu kemampuan membaca kitab-kitab kuning karangan para ulama. Karena itu, PP Madani menyelenggarakan Pelatihan Cara Cepat Bisa Baca Kitab Kuning dan Bisa Bahasa Arab dengan metode mu'allim dengan mendatangkan penemu metode tersebut, KH. Dawam Muallim.

Metode itu ditemukan sekitar delapan tahun lalu dan disusun sebanyak 48 halaman, yang isinya lengkap dengan ilmu sharaf dan nahwu. Metode ini pun telah menyebar se-Indonesia, seperti di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, hingga luar negeri, seperti Taiwan, Singapura, juga Malaysia.

Sementara itu, Ketua Umum PP Madani, Idy Muzayyad mengatakan bahwa ke depannya PP Madani berkomitmen untuk terus menjaga khazanah pesantren dengan menggelar pelatihan Instruktur Nasional Cara Cepat Bisa Baca Kitab Kuning dan Bisa Bahasa Arab dengan metode mu'allim.

Mempelajari kitab kuning, di samping akan memperluas wawasan keagamaan juga pelan tapi pasti akan membentuk karakter orang yang mempelajarinya. Kitab kuning sebagaimana yang sudah masyhur di Indonesia tentu memiliki berbagai kelebihan, manfaat dan juga keistimewaan. Manfaat mempelajari dan memahami kitab kuning sangat banyak. Dengan memahami kitab kuning atau yang biasa disebut dengan kitab klasik, sedikit banyak akan tahu apa yang tersirat dan apa yang tersurat dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Hal ini dikarenakan kitab kuning yang ditulis oleh para ulama tersebut berangkat dari disiplin ilmu yang kuat dan rata-rata para penulis kitab kuning tersebut merupakan murid dari para ulama pendahulunya yang mempunyai sanad kuat sampai pada ulama ulama mujtahid terus sampai pada para tabi’in, sahabat dan Rasulullah SAW.

Bentuk dasar kitab kuning yang bertuliskan Bahasa Arab tanpa syakal ini akan dengan sendirinya menguji kemapuan orang yang mempelajarinya, apakah aspek daya hafal atau daya nalar dalam memahami kalam yang tertulis. Di samping itu juga akan memberikan ruang bagi para pelajar untuk membedah pikiran para pelajar dalam menginterprestasikan tulisan-tulisan tersebut. Itulah beberapa hal yang secara turun-temurun para kalangan santri atau pelajar dapatkan dan kembangkan dengan norma-norma belajar yang kuat dan tegas, meskipun rata-rata bagi mereka yang tuntas dalam membangun karakter keilmuan akan menghasilkan kelenturan bersikap, sebab terbangun dari kemapanan ilmunya yang bersumber dari kajian kitab kuning. Wallahu A’lam.


Penulis adalah staf pengajar di Lembaga Pendidikan Diniyah di Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyiin dan Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur.

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman