Dr. Muslich Taman, Lc., M.Pd.I.
(Praktisi Pendidikan Karakter)
Setiap anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya, yang harus dijaga dan ditunaikan dengan sebaik-sebaiknya. Apabila itu dilakukan, maka anak akan membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi orang tuanya di dunia dan akhirat. Akan menjadi pelanjut cita-citanya, pengangkat derajatnya, penyenang pandangan matanya, pelipur lara hatinya, dan penyelamat dari sengatan api neraka.
Namun, jika sebaliknya.
Orang tua mengabaikan amanahnya, melupakan kewajibannya, dan menelantarkan
tanggung jawab terhadap anak-anaknya, maka amanah tersebut akan menjadi sumber
petaka dan bencana. Menjadi kolong neraka bagi keduanya. Sumber penderitaan dan
kesengsaraan. Di dunia dan akhirat.
Semua orang tua
mendambakan anak-anaknya kelak menjadi orang yang membanggakan dan
membahagiakannya. Dapat mewujudkan harapan dan impian agungnya. Menjaga fisik
dan hatinya di saat usia senja, menghantarkannya menggapai husnul khatimah, dan
menggandeng tangannya memasuki pintu surga-Nya. Dan, itulah kado terindah dari
setiap anak bagi orangtuanya.
Untuk menggapai dambaan
mulia terhadap anaknya, orang tua rela melakukan apa saja. Selama dirinya
sanggup melakukannya. Mencarikan sekolah terbaik. Mendatangkan guru privat paling
profesional, dan menyediakan segala kebutuhan yang diperlukannya. Semua
dilakukannya, karena ada mimpi besarnya pada si anak suatu saat nanti.
Tapi amat sayang, ada
hal mendasar yang seringkali dilupakan para orang tua. Padahal ia lebih penting
dari semua ikhtiar lain yang ada. Yaitu, keshalihan diri orang tua; ketaatan
dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Hal di atas merupakan
salah satu pesan penting Allah pada kita semua. Sebagai inti pelajaran berharga
dari kisah Khidir bersama Musa saat keduanya tiba-tiba dengan suka rela
memperbaiki dinding rumah yang rusak di suatu kampung, (QS. Al Kahfi: 82).
Ternyata, belakangan
diketahui bahwa rumah tersebut adalah milik dua anak yatim, yang kedua orang tuanya
dulu merupakan orang-orang yang shalih. Orang-orang yang banyak tabungan
kebaikannya.
Ada fakta yang terungkap,
ternyata di bawah dinding rumah yang akan diperbaiki oleh Khidir tersebut
tersimpan harta warisan untuk dua anak yatim yang saat itu masih kecil. Allah
berkehendak, untuk menjaga harta peninggalan tersebut, hingga biarlah kedua
anak itu dewasa, dan nanti bisa memanfaatkan harta warisan yang ada. Jadi
sesuai informasi firman Allah yang ada, keshalihan orang tua akan bermanfaat
bagi kebaikan anak-anaknya, dan keterjagaan harta benda yang dimilikinya.
Lebih jauh, terkait ayat di atas Ibnu Katsir menjelaskan, "Bahwa keshalihan orang tua akan dapat menjadi penjaga bagi anak keturunannya. Berkat ibadah yang telah dilakukan orang tua, akan menjadi manfaat bagi anak-anaknya di dunia dan akhirat. Keshalihan orang tua juga dapat mengangkat derajat kemuliaan anak keturunannya di surga nanti".
Karena itu, tak heran
kalau anak-anak 'hebat' pada umumnya, lahir dari para orang tua yang hebat.
Anak hebat pada umumnya, lahir dari orang tua yang banyak menabung amal
kebaikan selama hidupnya. Bukan orang tua biasa, yang tidak punya amal spesial
di mata-Nya. Iya, memang ini tidak mutlak dan tidak selamanya.
Hal di atas itulah, di
antara arti penting keteladanan. Bahwa, keteladanan dari orang tua adalah harga
mati bagi kebaikan anak-anaknya. Tidak bisa ditawar. Riset menunjukkan, lebih
dari 60% perilaku anak, karena pengaruh teladan dari orang tuanya.
Karena itu, bagi orang tua yang masih ada kesempatan, kalau dirinya ingin anak-anaknya nanti berbakti kepadanya, hendaknya ia sekarang memberi teladan berbakti kepada kedua orang tuanya. Kalau ia ingin anaknya nanti taat kepada Allah dan ajaran agamanya, maka saatnya sekarang orang tua harus memberi teladan untuk taat kepada Allah dan ajaran agamanya. Kalau ia ingin anaknya nanti menjadi orang yang memuliakan istrinya, maka sekarang saatnya orang tua harus memberi teladan bagaimana ia memuliakan istrinya. Begitu seterusnya. Orang tua, adalah bagai cermin besar yang setiap saat digantung tegak di hadapan anak-anaknya. Bagaimana perilaku orang tua, begitulah perilaku yang akan ditiru oleh anak-anaknya. Orang bijak bilang, “Buah tidak akan jatuh, jauh dari pohonnya.” Rasulullah suatu ketika pernah mengingatkan, “Berbaktilah kalian pada orang tua kalian, niscaya anak-anak kalian akan berbakti pada kalian.” Kalau tidak percaya, silakan buktikan! Wallahu a'lam.
