KENWULUNG.COM adalah media yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengusung tema-tema keislaman dan keindonesiaan.

Terbaru

Rabu, 27 Mei 2020

HANTU CORONA

HANTU CORONA

Oleh Ahmad Thoha

(Pemerhati Isu-isu Sosial, Budaya dan Kepemudaan)

 

Otoritas kesehatan dunia sampai menyatakan wabah Corona telah mencapai level pandemi karena telah memenuhi tiga kriteria: penyakit itu timbul pertama kali, menginfeksi manusia yang berakibat sakit serius, dan penyebarannya yang sangat mudah dan cepat. Mengutip Compas.Com, per 12 Mei 2020 Corona ‘berhasil’ memapar 88% jumlah negara di dunia, ‘sukses’ bikin negara adidaya tidak berdaya, menelan banyak korban manusia dan memporakporandakan perekonomian dunia yang berpotensi mengakibatkan kebangkrutan ekonomi global.

Corona menyasar korbannya tanpa pandang bulu mulai dari kalangan pejabat negara hingga rakyat jelata, balita sampai lansia, tak plih pria atau wanita, berpendidikan tinggi atau yang tuna aksara, tak pandang miskin atau kaya, semua diperlakukan sama sepanjang dapat dijangkaunya. Teror yang dilancarkan menyasar berbagai aspek kehidupan: sosial, ekonomi, fisik maupun psikis. Jenazah korban Covid-19 yang ditolak masyarakat untuk dikuburkan di kampung halaman, pengetatan hingga penolakan masuknya pendatang dari luar negeri atau zona merah, himbauan pemerintah dan tokoh masyarakat agar perantau tidak mudik pada lebaran tahun ini, hingga pro kotra pemuka agama mensikapi pandemi jelas menunjukkan terjadinya konflik sosial secara vertikal dan horizontal.

Secara psikis Corona menyebabkan kebingungan dan ketakutan bagi mereka yang telah jadi korban dan siapa saja yang berpotensi jadi korban berikutnya. Tidak hanya bingung dan takut secara medis, tapi juga ekonomis dan psikologis. Setelah diPHK terus mau kerja apa, keluarganya diberi makan apa, kalaupun ada bantuan sampai seberapa lama. Nanorganisme berukuran 125x10−9 meter — atau seper 125 milyar meter itu sukses menebar teror ke berbagai sudut kehidupan manusia tanpa pandang bulu.  Wujudnya tidak kasat mata, dampak teror yang ditebar demikian nyata

Covid-19 telah berubah jadi hantu sedemikian menakutkan. Bagi kalangan tertentu ketakutan ini – secara tidak sadar -- melebihi takutnya kepada Tuhan meski disadari sepenuhnya Corona itu ciptaan Tuhan. Ketakutan dalam konteks ini terjelaskan oleh salah satu komen di medsos: Takut Corona = menjauh, Takut Tuhan = mendekat. Interpretasi logis ketakutan terhadap Corona melebihi takutnya pada Tuhan: ketika pikir dan rasa lebih didominasi riuh-rendahnya informasi per-corona-an, apabila atmosfer kesadaran ketuhanan teredupkan gegap-gempitanya diskursus per-corona-an, jika kehadiran Tuhan dalam sudut-sudut kehidupan tersudutkan oleh kebingunan menghadapi laju penyebaran Covid-19, manakala usaha menjauhkan dan membentengi diri dari Corona dilakukan sedemikian rupa, pada waktu yang sama tidak dibarengi sikap dan tindakan yang memadai dalam mendekatkan diri kepada Tuhan, atau diketika keyakinan kemaharahmanrahiman-Nya terkaburkan atas nama kehati-hatian melawan daya bunuh Corona. Dalih berhati-hati boleh saja namun ketika sikap hati-hati sampai menelantarkan kepastian terhadap ke-Rabbi-an Illahi atas kemungkinan destruktifnya makhluk ciptaan-Nya, pada titik itulah ketakutan, bahkan kehati-hatian, telah merusak jalan pikiran dan berpotensi mendisorientasikan keyakinan.

Bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan memiliki tujuan itu pasti. Di balik musibah, wabah, terkandung hikmah dan berkah, tak perlu dibantah. Pesan Tuhan yang dibungkus wabah Corona bisa sebentuk teguran, cobaan, ujian atau belaian kasih sayang-Nya. Melalui pandemi ini Tuhan mengingatkan hamba yang lupa kepada-Nya, mendekatkan yang jauh dari-Nya, meyakinkan yang ragu-ragu terhadap-Nya, merukunkan yang bermusuhan dengan sesamanya, mempedulikan yang tak acuh pada komunitasnya.

Hikmah dan berkah titipan Tuhan yang dibawa wabah ini sangat banyak. Corona mengajari perlunya rajin berolahraga untuk kebugaran raga, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, menebalkan kepedulian dan kebersamaan untuk menyehatkan jiwa. Penggalangan dana berbagai badan amal, bersatunya opsisi dengan koalisi di sejumlah negara, konser online gratis artis kelas dunia, perhatian pemerintah yang lebih serius dan nyata terhadap rakyatnya, dzikir dan doa bersama digelar di mana-mana. Agar kiranya manusia lebih bertaqwa kepada Penciptanya. Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Pekalongan (15052020).

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman