![]() |
| Banner Halal Bihalal Kompayo tahun 2020 |
WULUNG.id – Komunitas Pati
di Yogyakarta (KOMPAYO) mengadakan halal bihalal virtual, Sabtu (30/5/2020),
pukul 09.00-11.00 WIB. Silaturrahmi dilakukan melalui jejaring digital (daring)
mengingat terjadinya pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan berkumpulnya
banyak orang.
Salah seorang anggota
KOMPAYO yang mengikuti halal bihalal tersebut, Dr. H. Munjahid, M.Ag.,
mengungkapkan bahwa halal bihalal KOMPAYO biasanya digelar dengan sangat
semarak, yang diikuti oleh banyak orang Pati yang tinggal di Yogyakarta.
“Warga Pati di Yogyakarta sekitar
400-an orang. Biasanya halal bihalal sangat ramai dan dilengkapi kuliner khas
Pati, seperti Nasi Gandul, Mangut ndas Manyung, Soto Kemiri, Es Gempol dan lain-lain,”
katanya saat dihubungi WULUNG.id.
Munjahid menambahkan, halal
bihalal virtual itu diikuti sekitar 46 orang dengan memakai zoom meeting yang
dipandu Sekretaris Umum KOMPAYO, Joko Pamungkas. Acaranya terdiri dari
pembukaan, sambutan ketua umum, hikmah halal bihalal, perkenalan anggota,
pesan-pesan dari para sesepuh dan tokoh, ikrar syawalan dan penutup.
“Halal bihalal ini untuk menegaskan, walaupun dalam kondisi sulitpun, jangan sampai kita tidak bersilaturrahmi. Apalagi kita senasib dan seperjuangan, sama-sama berasal dari Pati dan sama-sama tinggal di Yogyakarta,” ujar pria kelahiran Desa Pekalongan Kecamatan Winong itu.
Banyak warga KOMPAYO,
sambungnya, telah berhasil menduduki posisi-posisi strategis di berbagai bidang.
Antara lain di bidang pendidikan, agama, bisnis, kesehatan dan organisasi
politik dan sosial kemasyarakatan. Di bidang pendidikan, misalnya, beberapa
warga KOMPAYO pernah menduduki posisi puncak, antara lain Rektor, Wakil Rektor,
Guru Besar dan Dekan.
“Saat ini ada sekitar 6
profesor dari KOMPAYO. Antara lain Prof. Dr. H. Amin Abdullah, MA. yang pernah
menjabat rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selama dua periode dan Prof. Dr.
Arif Budiman, guru besar UGM yang juga ketua umum KOMPAYO,” jelas Dekan
Fakultas Tarbiyah IIQ An-Nur Yogyakarta itu.
Lebih lanjut, Munjahid
mengatakan bahwa sejak lama Yogyakarta merupakan destinasi pendidikan bagi para pemuda dari Pati, tidak terkecuali dari kampung halamannya, Desa Pekalongan.
Setidaknya sejak tahun 60-an, para pemuda dari desanya telah melanjutkan
kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
“Ada nama Pak Ahmad Asrori yang pernah menjabat ketua Pengadilan Agama Pati, ada nama Pak Jamhar Thoyib yang pernah bekerja di Kanwil Kemenag Yogyakarta, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (samyad)

