KENWULUNG.COM adalah media yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengusung tema-tema keislaman dan keindonesiaan.

Terbaru

Senin, 15 Februari 2021

Adab Thalabul ‘Ilmi dalam Majelis Zoomiyah

 

Suranto

(Penyuluh Agama Honorer di KUA Tepus Gunungkidul)

 

Islam adalah agama yang sempurna. Syariat Islam menuntun umatnya untuk senantiasa berbuat baik dalam setiap sendi kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam memiliki suri tauladan yang baik (uswatun hasanah) yaitu apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tidak terkecuali dalam hal menuntut ilmu.

Menuntut ilmu merupakan amalan yang sangat mulia dalam Islam. Karena dengan menuntut ilmu Allah SWT akan mempermudah jalan seseorang menuju ke surga. Hal tersebut telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Barang siapa meniti sebuah jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada pencari ilmu karena ridha terhadap apa yang dilakukannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Oleh karena itu, seorang murid dituntut untuk memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu. Hal itu harus dilakukan karena amalan yang mulia harus dilakukan dengan cara yang mulia pula. Orang-orang shaleh terdahulu sangat memperhatikan adab dalam menuntut ilmu (thalabul ‘ilmi). Mereka mengutamakan adab terlebih dahulu sebelum mempelajari ilmu.

Dalam perkembangannya akhir-akhir ini, menuntut ilmu antara  murid dan guru telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Kalau sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan bertatap muka secara langsung antara guru dan murid (offline), maka kini bisa dilakukan dengan tanpa harus bertatap muka secara langsung (online). Dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini, maka proses pembelajaran bisa dilakukan kapan saja menggunakan media komunikasi virtual dengan video conference, salah satunya adalah dengan aplikasi zoom meeting. Oleh karena itu, pada masa pandemi covid-19 ini meskipun tidak bisa bertatap muka secara langsung dalam kelas karena untuk mematuhi protokol kesehatan, maka proses pembelajaran tetap bisa dilaksanakan.

Meskipun proses pembelajaran tidak dilakukan dengan bertatap muka secara langsung, namun hendaknya setiap murid tetap menjunjung tinggi adab dalam thalabul ‘ilmi. Adapun adab thalabul ‘ilmi dalam majelis zoomiyah, antara lain:


1.     Berpenampilan yang menarik

Sebelum masuk ke dalam majelis zoomiyah, hendaknya mandi terlebih dahulu. Kemudian memakai pakaian yang rapi dan wangi. Yang laki-laki rambutnya disisir dan yang perempuan memakai jilbab sehingga kelihatan lebih fresh. Sarapan terlebih dahulu supaya bisa lebih fokus dan konsentrasi. Hal ini menunjukkan keseriusan dan semangat mengikuti pembelajaran. Bagi guru, bisa menambah wibawa di hadapan murid-muridnya. Bagi murid, untuk menunjukkan antusiasme terhadap pembelajaran sehingga dapat menambah semangat guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

 

2.     Niat yang baik dan bersungguh-sungguh

Seorang muslim harus meluruskan niatnya sebelum belajar yaitu semata-mata karena Allah SWT. Ia harus berorientasi bahwa apa yang dilakukannya adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT yang akan mendapatkan pahala dari-Nya. Hal ini harus dilakukan baik oleh guru maupun murid karena dapat mendorong untuk tidak asal-asalan dalam mengikuti pembelajaran dalam majelis zoomiyah. Apabila orientasinya ibadah, maka semangat dan keseriusannya akan tetap terjaga.

 

3.     Menyiapkan alat tulis dan buku pelajaran yang diperlukan

Supaya materi pelajaran yang disampaikan oleh bapak/ibu guru lebih mudah diserap dan diingat, maka hal-hal yang sekiranya penting perlu ditulis di dalam buku tulis. Selain itu, perlu membuka buku yang berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang disampaikan oleh bapak/ibu guru tersebut.

 

4.     Membaca basmallah dan berdo’a

Sebelum masuk ke dalam majelis zoomiyah, hendaklah berdo’a kepada Allah SWT terlebih dahulu supaya diberi kemudahan dalam menyerap ilmu yang disampaikan serta kemudahan dalam mengamalkannya. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 144:

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Artinya: dan katakanlah: ”Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

Adapun do’a yang dapat dibaca antara lain:

رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah kepadaku rizki akan kepahaman."

 

5.     Masuk ke dalam majelis zoomiyah lebih awal

Seperti halnya mengikuti pembelajaran secara offline, dalam mengikuti pelajaran dalam majelis zoomiyah sebaiknya tidak terlambat masuk supaya pelajaran yang disampaikan tidak ada yang tertinggal. Hal itu bisa dilakukan dengan cara standby lebih awal sebelum majelis zoomiyah dimulai. Supaya bisa standby lebih awal, maka tidak boleh bangun tidur kesiangan. Apabila bangun tidurnya kesiangan, maka materi yang disampaikan dalam majelis zoomiyah bisa tertinggal. Atau bisa jadi tidak tertinggal tetapi tidak sempat mandi, sarapan dan berdandan sehingga terkesan mukanya kusut, rambut acak-acakan dan kelihatan tidak bersemangat.

 

6.     Diam menyimak dan memperhatikan

Salah satu adab thalabul ‘ilmi dalam mejelis zoomiyah yang masih banyak ditinggalkan adalah diam dan menyimak ketika guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Selain memperhatikan, hendaknya seorang murid mematikan/me-non aktifkan speaker/unmute dalam majelis zoomiyah ketika bapak/ibu guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Karena kalau tidak dimatikan, apabila ada suara yang masuk dapat mengganggu ketenangan suasana majelis, kecuali pada saat diberi kesempatan untuk melakukan interaktif maka speaker harus aktif. Apabila sudah diizinkan melakukan interaktif, maka tidak boleh memotong pembicaraan orang lain. Apabila bertanya, hendaknya menggunakan pertanyaan yang jelas dan mudah dipahami serta tidak menyimpang dari konteks materi yang telah disampaikan. Tidak bertanya dengan maksud untuk menguji. Tidak boleh berbicara atau mengobrol hal yang tidak penting dengan orang lain bahkan tidak ada hubungannya dengan materi yang tengah disampaikan. Selain itu, tidak boleh beraktifitas lain atau sambil mengerjakan sesuatu di luar materi yang sedang disampaikan kecuali apabila guru yang sedang menyampaikan pelajaran tersebut menuntut harus diikuti dengan praktek secara langsung. Sebaiknya mencari suasana yang tenang/representatif. Apabila berada di tempat keramaian/bising, maka konsentrasi akan mudah terganggu.

 

7.     Membaca hamdalah dan berdo’a

Setelah selesai, tidak lupa mengucapkan hamdalah dan berdo’a supaya mendapatkan keberkahan serta petunjuk dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Do’a yang dapat dibaca antara lain:

اللَّهُمَّ اَرِنَا الْحَقًّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Artinya: “Ya allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat selalu menjauhinya”

 

Demikianlah perihal thalabul ‘ilmi dalam majelis zoomiyah sehingga kita tidak hanya semata-mata mengambil faedah ilmunya tetapi juga menjunjung tinggi adab-adabnya.

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman