Suranto
(Penyuluh Agama Honorer di KUA Tepus Gunungkidul)
Islam adalah agama yang sempurna. Syariat Islam
menuntun umatnya untuk senantiasa berbuat baik dalam setiap sendi kehidupan.
Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam memiliki suri tauladan yang baik (uswatun
hasanah) yaitu apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Tidak
terkecuali dalam hal menuntut ilmu.
Menuntut ilmu merupakan amalan yang sangat mulia dalam
Islam. Karena dengan menuntut ilmu Allah SWT akan mempermudah jalan seseorang
menuju ke surga. Hal tersebut telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam
sabdanya, “Barang siapa meniti sebuah jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah
akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat
meletakkan sayap-sayapnya kepada pencari ilmu karena ridha terhadap apa yang
dilakukannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Oleh karena itu, seorang murid
dituntut untuk memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu. Hal itu harus
dilakukan karena amalan yang mulia harus dilakukan dengan cara yang mulia pula.
Orang-orang shaleh terdahulu sangat memperhatikan adab dalam menuntut ilmu (thalabul
‘ilmi). Mereka mengutamakan adab terlebih dahulu sebelum mempelajari ilmu.
Dalam perkembangannya akhir-akhir ini, menuntut ilmu
antara murid dan guru telah mengalami
perubahan yang sangat signifikan. Kalau sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan
bertatap muka secara langsung antara guru dan murid (offline), maka kini
bisa dilakukan dengan tanpa harus bertatap muka secara langsung (online).
Dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini,
maka proses pembelajaran bisa dilakukan kapan saja menggunakan media komunikasi
virtual dengan video conference, salah satunya adalah dengan aplikasi zoom
meeting. Oleh karena itu, pada masa pandemi covid-19 ini meskipun tidak bisa
bertatap muka secara langsung dalam kelas karena untuk mematuhi protokol
kesehatan, maka proses pembelajaran tetap bisa dilaksanakan.
Meskipun proses pembelajaran tidak dilakukan dengan
bertatap muka secara langsung, namun hendaknya setiap murid tetap menjunjung
tinggi adab dalam thalabul ‘ilmi. Adapun adab thalabul ‘ilmi dalam majelis
zoomiyah, antara lain:
1.
Berpenampilan yang menarik
Sebelum masuk ke dalam majelis zoomiyah, hendaknya
mandi terlebih dahulu. Kemudian memakai pakaian yang rapi dan wangi. Yang
laki-laki rambutnya disisir dan yang perempuan memakai jilbab sehingga
kelihatan lebih fresh. Sarapan terlebih dahulu supaya bisa lebih fokus dan
konsentrasi. Hal ini menunjukkan keseriusan dan semangat mengikuti
pembelajaran. Bagi guru, bisa menambah wibawa di hadapan murid-muridnya. Bagi
murid, untuk menunjukkan antusiasme terhadap pembelajaran sehingga dapat
menambah semangat guru dalam menyampaikan materi pelajaran.
2.
Niat yang baik dan bersungguh-sungguh
Seorang muslim harus meluruskan niatnya sebelum
belajar yaitu semata-mata karena Allah SWT. Ia harus berorientasi bahwa apa
yang dilakukannya adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT yang akan mendapatkan
pahala dari-Nya. Hal ini harus dilakukan baik oleh guru maupun murid karena
dapat mendorong untuk tidak asal-asalan dalam mengikuti pembelajaran dalam
majelis zoomiyah. Apabila orientasinya ibadah, maka semangat dan keseriusannya
akan tetap terjaga.
3.
Menyiapkan alat tulis dan buku pelajaran yang
diperlukan
Supaya materi pelajaran yang disampaikan oleh
bapak/ibu guru lebih mudah diserap dan diingat, maka hal-hal yang sekiranya
penting perlu ditulis di dalam buku tulis. Selain itu, perlu membuka buku yang
berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang disampaikan oleh bapak/ibu guru
tersebut.
4.
Membaca basmallah dan berdo’a
Sebelum masuk ke dalam majelis zoomiyah, hendaklah
berdo’a kepada Allah SWT terlebih dahulu supaya diberi kemudahan dalam menyerap
ilmu yang disampaikan serta kemudahan dalam mengamalkannya. Hal itu sesuai
dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 144:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Artinya: dan katakanlah: ”Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu
pengetahuan.”
Adapun do’a yang dapat dibaca antara lain:
رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا
Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah
kepadaku rizki akan kepahaman."
5.
Masuk ke dalam majelis zoomiyah lebih awal
Seperti halnya mengikuti pembelajaran secara offline,
dalam mengikuti pelajaran dalam majelis zoomiyah sebaiknya tidak terlambat
masuk supaya pelajaran yang disampaikan tidak ada yang tertinggal. Hal itu bisa
dilakukan dengan cara standby lebih awal sebelum majelis zoomiyah dimulai.
Supaya bisa standby lebih awal, maka tidak boleh bangun tidur kesiangan.
Apabila bangun tidurnya kesiangan, maka materi yang disampaikan dalam majelis
zoomiyah bisa tertinggal. Atau bisa jadi tidak tertinggal tetapi tidak sempat
mandi, sarapan dan berdandan sehingga terkesan mukanya kusut, rambut
acak-acakan dan kelihatan tidak bersemangat.
6.
Diam menyimak dan memperhatikan
Salah satu adab thalabul ‘ilmi dalam mejelis zoomiyah
yang masih banyak ditinggalkan adalah diam dan menyimak ketika guru sedang
menjelaskan materi pelajaran. Selain memperhatikan, hendaknya seorang murid
mematikan/me-non aktifkan speaker/unmute dalam majelis zoomiyah ketika
bapak/ibu guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Karena kalau tidak
dimatikan, apabila ada suara yang masuk dapat mengganggu ketenangan suasana
majelis, kecuali pada saat diberi kesempatan untuk melakukan interaktif maka
speaker harus aktif. Apabila sudah diizinkan melakukan interaktif, maka tidak
boleh memotong pembicaraan orang lain. Apabila bertanya, hendaknya menggunakan
pertanyaan yang jelas dan mudah dipahami serta tidak menyimpang dari konteks
materi yang telah disampaikan. Tidak bertanya dengan maksud untuk menguji.
Tidak boleh berbicara atau mengobrol hal yang tidak penting dengan orang lain
bahkan tidak ada hubungannya dengan materi yang tengah disampaikan. Selain itu,
tidak boleh beraktifitas lain atau sambil mengerjakan sesuatu di luar materi
yang sedang disampaikan kecuali apabila guru yang sedang menyampaikan pelajaran
tersebut menuntut harus diikuti dengan praktek secara langsung. Sebaiknya
mencari suasana yang tenang/representatif. Apabila berada di tempat
keramaian/bising, maka konsentrasi akan mudah terganggu.
7.
Membaca hamdalah dan berdo’a
Setelah selesai, tidak lupa mengucapkan hamdalah dan
berdo’a supaya mendapatkan keberkahan serta petunjuk dalam mengamalkan ilmu
yang telah didapatkan. Do’a yang dapat dibaca antara lain:
اللَّهُمَّ اَرِنَا الْحَقًّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَاَرِنَا
الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Artinya: “Ya allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami
dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami
dapat selalu menjauhinya”
Demikianlah perihal thalabul ‘ilmi dalam majelis
zoomiyah sehingga kita tidak hanya semata-mata mengambil faedah ilmunya tetapi
juga menjunjung tinggi adab-adabnya.
