KENWULUNG.COM adalah media yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengusung tema-tema keislaman dan keindonesiaan.

Terbaru

Jumat, 12 Juni 2020

Sejarah Berdirinya Ikatan Remaja Masjid Darussalam Desa Pekalongan


Ah. Adib Al Arif

(Mantan Ketua Ikatan Remaja Masjid Darussalam Desa Pekalongan)


Sudah menjadi kebiasaan bahwa di akhir Bulan Ramadlan para perantau pulang ke desa masing-masing. Demikian pula yang dilakukan para mahasiswa yang belajar di luar kota. Tersebutlah 5 mahasiswa, yaitu Purnomo (APMD Yogyakarta), Fayumi (Syariah IAIN Yogyakarta), Ah. Adib Al Arif (Tarbiyah IAIN Yogyakarta), Ahmad Thoha (Tarbiyah IAIN Yogyakarta) dan Zamakhsyari (IKIP Semarang). Bertemunya 5 anak muda ini melahirkan gagasan untuk membentuk suatu organisasi sebagai wadah yang dapat menghimpun para remaja di Desa Pekalongan dengan semangat keagamaan.

Gagasan tersebut telah disepakati untuk diajukan kepada pengurus masjid (Ketua Masjid Jami’ Darussalam, yaitu Bp. K. Syahri Islmail) dan gagasan tersebut mendapat tanggapan yang baik dari pengurus masjid (disetujui).

Dengan adanya gagasan tersebut akhirnya timbul permasalahan yang baru, yaitu siapakah yang akan mengundang seluruh remaja untuk mengadakan rapat tentang pembentukan organisasi Remaja Masjid tersebut, apakah pengurus masjid ataukah kelompok lima orang tadi. Akhirnya kelima orang tadi mengusulkan agar pengurus masjidlah yang mengundang para remaja.

Pengurus masjid pun mengundang 177 remaja yang ada di Desa Pekalongan pada tanggal 17 Juni 1985 bertepatan dengan malam 27 Romadlon 1405 H., akan tetapi yang hadir hanya 83 orang.

Pada tanggal 17 Juni 1985 bertepatan dengan malam 27 Romadlon 1405 H. jam 21.00 WIB rapat dimulai dengan acara tunggal yaitu pembentukan organisasi remaja masjid. Acara tersebut menghasilkan keputusan rapat, yaitu didirikan suatu organisasi yang bernama “Ikatan Remaja Masjid Jami’ Darussalam Pekalongan”, disingkat IRMADA. Dipilihlah Ir. Setyo Purnomo sebagai Ketua Umum, Drs. Suhairi sebagai Ketua I dan Ahmad Fayumi BA. sebagai Ketua II.

Keberadaan IRMADA tak pelak membawa dampak yang luar biasa di tengah masyarakat Desa Pekalongan. Perubahan sangat drastis terjadi di seluruh warga desa. Antara lain, menyatunya masyarakat Desa Pekalongan dari ujung barat sampai timur, dari utara sampai selatan. Masyarakat (terutama para remajanya) semula kental dengan istilah loran, kidulan, kulonan dan etanan menandakan adanya kelompok-kelompok sesuai teritorialnya. Berkat IRMADA hal itu bisa dikurangi bahkan bisa dihilangkan. Para remaja menjadi bersatu sebagai warga Desa Pekalongan. Hal itu sampai merubah tatanan sosial dengan banyak pernikahan antar wilayah.

Selain itu, berkat kegiatan IRMADA dalam bidang keagamaan di seluruh wilayah Desa Pekalongan, maka tingkat ketaatan beragama yang semula terpusat di wilayah tertentu, menjadi menyebar ke seluruh wilayah Desa Pekalongan. Kita lihat saat ini seakan tak ada beda syi’ar Islam di seluruh wilayah Pekalongan. Tidak ada lagi istilah daerah kauman dan daerah abangan.

Berikut ini daftar ketua IRMADA:

 

Tahun

Ketua IRMADA

1985 – 1988

Ir. Purnomo

1988 – 1990

Ahmad Munji Sahlan

1990 – 1992

Drs. Ahmad Thoha Fadlil

1992 – 1994

Drs. Ah. Adib Al Arif

1994 – 1996

Dhofir Maqoshid, S.Ag.

1996 – 1998

Dhofir Maqoshid, S.Ag.

1998 – 2000

Asyhari Amin, S.Pd.I.

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman