
Mimbar khotbah Jumat Masjid Jami' Darussalam Desa Pekalongan
WULUNG.id – Kyai
Arfaturrahman Abbas menyampaikan khotbah pada shalat Jumat di Masjid Jami’ Darussalam
Desa Pekalongan Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Jumat (26/6/2020). Kyai Arfat,
panggilan pria lulusan Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyiin Paculgowang Jombang
itu, berpesan kepada jamaah agar mensyukuri apa yang ada.
“Ada satu pelajaran berharga
bagi kita, tentang Kaum Yahudi yang telah diberikan nikmat paling banyak oleh
Allah tetapi mereka kurang pandai bersyukur. Ketika itu, Nabi Musa mengingatkan
kenikmatan yang dilimpahkan Allah kepada mereka, yaitu keselamatan dari siksaan
dan kejaran Fir’aun. Namun sayang, kaum Yahudi lupa akan nikmat besar tersebut.
Maka, Allah mengingatkan kepada Kaum Muslimin untuk pandai bersyukur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kyai Arfat
membacakan Surat Ibrahim Ayat 7 yang artinya, “Dan ingatlah ketika Tuhanmu
memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku (Tuhan) akan menambah
nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka pasti adzab-Ku
sangat berat”.
“Ada kisah seorang pengemis
yang menolak diberikan sebutir korma oleh nabi Muhammad SAW. Ia menolak karena
merasa pemberian itu hanya sebutir. Lalu datang pengemis yang lain. Begitu
diberikan sebutir korma oleh Nabi, pengemis itu mengucapkan terima kasih dan
rasa syukur. Mendengar ucapan syukur, Nabi memberikan tambahan 40 dirham lagi
kepada pengemis itu,” tuturnya.
Orang yang bersyukur,
sambung Kyai Arfat, adalah orang yang tahu berterima kasih tanpa memandang
banyak sedikitnya pemberian yang diterima. Walaupun sedikit atau kecil, namun
ia mampu memanfaatkannya dan menjadikan peluang untuk maju.
“Sebaliknya, lawan dari syukur adalah kufur, yaitu menyembunyikan nikmat yang diberikan bahkan tidak mengakui karunia Allah. Orang yang kufur nikmat merasa keberhasilannya murni karena jerih payahnya tanpa disandarkan kepada Allah,” tandasnya. (samyad)